MILAD EMAS KE-50 UNIVERSITAS RIAU

www.lemlit-ur.com. Meretas Ilmu Pengetahuan menuju Universitas Riset, situs resmi Lembaga Penelitian Universitas Riau.

Simfoni Sang ‘Dirigen Orkestra’ Kampus UR

Istilah ‘keindahan intelektual’ ini sendiri memiliki pengertian yang relatif bagi setiap orang.

GEDUNG PUSTAKA SUMAN HS

Pustaka wilayah Riau Suman HS ini termasuk pustaka termegah di Indonesia, terletak di Jalan Jend Sudirman, Pekanbaru.

UNIVERSITAS RIAU

Penataan lingkungan kampus asri membantu civitas akademika mengembangkan kreativitas dan inspirasi.

WILAYAH PESISIR

Inilah potret kehidupan wilayah pesisir

Rabu, 27 Maret 2013

Meneg LH: Tahun Ini Masalah Pencemaran harus Selesai


Balthasar Kambuaya
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Balthasar Kambuaya, menargetkan, jika tahun ini semua permasalahan pencemaran lingkungan hidup, harus selesai. Pasalnya, tahun depan, sudah masuk tahun transisi kepemimpinan pemerintahan. Makanya tahun ini harus pihaknya harus menyelesaikannya.

Penegasan Balthasar itu diungkapkannya saat membuka secara resmi membuka Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) se-Sumatera, Senin 4 Maret 2013, di Hotel Pangeran Pekanbaru, yang dihadiri Gubernur Riau, HM Rusli Zainal. "Penyelesaian masalah pencemaran lingkungan ini, terus menjadi perhatian khusus. Kita minta tahun 2013 ini, semuanya sudah selesai," katanya dikutip MR.

Lebih jauh diungkapkan Meneg LH, ditargetkannya tahun ini karena tahun depan tidak memungkinkan untuk diselesaikan. "Karena tahun depan, sudah masuk tahun transisi kepemimpinan pemerintahan. Makanya tahun ini harus kita selesaikan," yakinnya.

Upaya penyelesaian pengendalian pencemaran ini lanjut Balthasar, harus terukur dan terprogram. Sehingga, setiap penanganannya tertata rapi dan terinventarisir.

Terkait pencemaran udara seperti asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kerap dilakukan perusahaan dan masyarakat, Meneg LH menyebutkan, perlu penanganan yang komprehensif. Termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Tidak hanya itu, Balthasar juga mengatakan, jika masalah asap ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia, Singapura maupun Thailand. "Karena head office perusahaannya ada di negara itu," sebutnya.

Sementara Gubri, HM Rusli Zainal dalam sambutannya mengatakan, dengan Rakoreg ini hendaknya dapat memberikan langkah positif terutama dalam menanggulangi pencemaran lingkungan hidup. "Saya kira sangat penting, karena masalah pencemaran lingkungan ini tidak menjadi persoalan kementerian, tetapi juga tanggungjawab kita semua," pungkasnya.*

Selasa, 26 Maret 2013

Pemprov Siap Rebut Aset Dikuasai Warga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini bertekad untuk merebut kembali aset lima lahan yang saat ini telah dikuasai warga. Termasuk lahan di Universitas Riau (UR). Upaya hukum telah disiapkan, jika mediasi menemui jalan buntu.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Perlengkapan Setdaprrov Riau Andi Haro kepada wartawan, terkait upaya Pemprov mengamankan aset-aset yang berada di kabupaten/kota di Riau. Menurutnya, tahun 2013 ini, semua aset itu sudah bisa direbut kembali.

Lima aset lahan milik Pemprov yang dikuasai warga itu diantaranya, lahan di kawasan Universitas Riau (UR), lahan di Salo Bangkinang, lahan di Kota Dumai, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kepulauan Meranti. "Di Meranti itu ada aset kita, yang sudah dibuat perumahan.  Tetapi saat ini kita sedang mendalami bukti-bukti kepemilikan warga, karena ini kejadiannya sudah 10 tahun lalu,"ujarnya, di Kantor Gubernur Riau.

Kendati demikian, Abdi Haro optimis lahan itu akan menjadi aset Pemprov kembali. Salah satu upayanya, yakni bekerjasama dengan pihak kejaksaan dalam memberikan bantuan hukum. Sebagai langkah awal lanjut Abdi, pihaknya sudah memanggil beberapa warga yang nekat menduduki lahan milik Pemprov Riau itu. Diantaranya, warga yang menduduki lahan UR. "Sudah dua kali kita lakukan pemanggilan. Panggilan ketiga nanti, kita lakukan di Kantor Lurah Simpang Baru. Kita akan kroscek, terhadap bukti kepemilikan keabsahannya,"papar Abdi.

Menurut Abdi, kalau warga misalnya memiliki bukti keabsahan yang kuat, pihaknya akan menghormati. Tetapi kalau tidak, warga harus menghormati dan saling menghargai. Jika tidak ada yang mau diproses secara musyawarah sambungnya, maka Pemprov akan mengambil tindakan hukum melalui pihak kejaksaan.*

Sekapur Sirih

PELBAGAI informasi di era globalisasi sekarang ini, pemanfaatan internet oleh masyarakat...Selengkapnnya..

Kata Pengantar

Kepada Yth: Tuan-tuan, Puan-tuan Saudara/i dan seluruh pihak, yang berkepentingan di berbagai tempat...Selengkapnnya..